Bojonegoro adalah salah satu kota di Jawa Timur, tepatnya di perbatasan menuju arah Jawa Tengah. Bojonegoro mempunyai banyak budaya daerah, salah satunya tentang kesenian. kesenian yang terkenal di Bojonegoro adalah Tari Thengul.
TARI THENGUL
Tari Thengul adalah tarian tradisional yang
terinspirasi Wayang thengul dari Bojonegoro,
tarian ini biasanya dipentaskan oleh penari secara berkelompok
dengan gerakan, ekspresi dan kostum yang menyerupai Wayang thengul. Tari
Thengul ini merupakan tarian kreasi yang diciptakan selain untuk seni, juga
sebagai wujud apresiasi dan upaya untuk mengangkat kembali kesenian Wayang
thengul yang hampir tenggelam seiring dengan perkembangan zaman. Tarian ini sering di gunakan untuk acara penyambutan
selamat datang. Tari ini di lakukan oleh penari wanita di iringi alamat musik slendro.
Tari Thengul ini biasanya
ditampilkan oleh tujuh orang penari putri dengan kostum dan tata rias muka
putih seperti boneka. Penari tersebut menari layaknya Wayang thengul dengan
gerakan yang kaku dan ekspresi yang terlihat lucu sehingga memunculkan kesan
humor dan menghibur dalam setiap pertunjukannya. Gerakan dan ekspresi itulah
yang menajadi salah satu ciri khas dari Tari Thengul ini.
Selain mempunyai banyak kesenian, Bojonegoro juga mempunyai makanan ringan/jajanan khas, yaitu ledre.
LEDRE
Ledre Adalah makanan khas
Bojonegoro yang berbentuk
gapit gulung. Ledre mempunyai rasa yang manis dan renyah,
harganya pun juga relative murah. selain dari pisang raja ledre juga bisa
terbuat dari berbagai pisang misalnya pisang saba, pisang hijau, pisang
susu,dll. tetapi yang khas di daerah bojonegoro atau lebih optimalnya dalam
membuat ledre yaitu menggunakan pisang raja.
Ledre dibuat dari campuran tepung ketan, parutan kelapa muda, air, gula, garam, dan pisang yang merupakan komposisi utama camilan ini. Produsen biasa menggunakan pisang raja yang telah masak. Resep yang digunakan sudah dilakukan secara turun temurun. Alasan menggunakan pisang raja untuk menjaga kualitas aroma dan rasa ledre tersebut.
Ledre dibuat dari campuran tepung ketan, parutan kelapa muda, air, gula, garam, dan pisang yang merupakan komposisi utama camilan ini. Produsen biasa menggunakan pisang raja yang telah masak. Resep yang digunakan sudah dilakukan secara turun temurun. Alasan menggunakan pisang raja untuk menjaga kualitas aroma dan rasa ledre tersebut.
![]() |
| ledre durian |
Awalnya ledre hanya dibuat dengan rasa pisang, tetapi kini berkembang dengan rasa durian,waluh dan lain-lain. Ledre banyak di produksi di daerah kecamatan Padangan,Bojonegoro.
![]() |
| ledre waluh |
Ciri khas dari Daerah Bojonegoro banyak sekali, yaitu mulai dari julukan,bahasa dan lain-lain.
Bojonegoro mempunyai julukan "Bumi Angkling Dharma", Bojonegoro "Kota Ledre" dan "Mliwis Putih". Namun dari sebutan yang banyak tersebut,banyak daerah lain yang belum mengenal ataupun pernah mendengar daerah ini.
Dalam segi bahasa Bojonegoro memiliki ciri khas bahasa
yang berbeda dengan daerah lain di jawa timur, kalau di surabaya kita mengenal
bahasa suroboyoan biasanya di ulas di stasiun televisi jawa timur (JTV red).
karena jarang di ulas, banyak orang luar daerah yang kurang tau sehingga bahasa
bojonegoro ini jarang di dengar masyarakat daerah lain. Seperti :
menyok = pohong (bahasa jawa) ketela pohon (bahasa Indonesia)
nayoh = gampang (bahasa jawa), mudah (bahasa Indonesia)
bayang = amben (bahasa jawa), tempat tidur (bahasa Indonesia).
sicok = siji (bahasa jawa), satu (bahasa Indonesia)
njungok = lungguh (bahasa jawa), duduk (bahasa Indonesia)
kecèr = ciblok (bahasa jawa),jatuh yang tidak disengaja (bahasa Indonesia)
genyo = kenopo (bahasa jawa), kenapa (bahasa Indonesia)
endak = pinter (bahasa jawa), pintar (bahasa Indonesia)
krosi = kursi (bahasa jawa), kursi (bahasa Indonesia)
gawok = heran (bahasa jawa), heran (bahasa Indonesia)
dll (https://rinintachandradewi.wordpress.com/2014/08/14/budaya-makanan-cirikhas-daerah-bojonegoro/)
menyok = pohong (bahasa jawa) ketela pohon (bahasa Indonesia)
nayoh = gampang (bahasa jawa), mudah (bahasa Indonesia)
bayang = amben (bahasa jawa), tempat tidur (bahasa Indonesia).
sicok = siji (bahasa jawa), satu (bahasa Indonesia)
njungok = lungguh (bahasa jawa), duduk (bahasa Indonesia)
kecèr = ciblok (bahasa jawa),jatuh yang tidak disengaja (bahasa Indonesia)
genyo = kenopo (bahasa jawa), kenapa (bahasa Indonesia)
endak = pinter (bahasa jawa), pintar (bahasa Indonesia)
krosi = kursi (bahasa jawa), kursi (bahasa Indonesia)
gawok = heran (bahasa jawa), heran (bahasa Indonesia)
dll (https://rinintachandradewi.wordpress.com/2014/08/14/budaya-makanan-cirikhas-daerah-bojonegoro/)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar